Rabu, 29 Mei 2013

Sa’id bin al-Musayyab


Sa’id bin al-Musayyab

Nama lengkapnya Sa’id bin al-Musayyab bin Haznal-Quraisy al-Makhzumi, ayahnya dan kakeknya adalah sahabat Nabi Shallallahualaihi wassalam, ia dilahirkan sebelum Umar menjadi khalifah, pendapat lain mengatakan ia dilahirkan dua tahun sesudah kekhalifaan Umar ra. Ia luas ilmunya, sempurna kehormatannya, kuat agamanya, mengatakan kebenaran dan mendalam jiwanya, sejak muda telah melakukan perjalanan siang dan malam untuk mendapatkan hadist Nabi.

Mengenai dia sebagaimana dituturkan oleh
1.      Ahmad bin Hambal adalah:” Ia tabi’in paling utama”.
2.      Makhul berkata:” Aku telah menjelajahi bumi untuk menuntut ilmu, teryata aku tidak bertemu seorangpun yang lebih pandai dari pada Sa’id bin al-Musayyab”.
3.      Ali bin al-Madini menyatakan :” Aku tidak tahu di kalangan tabi’in ada orang yang luas ilmunya daripada Sa’id, dia ditempatku pada masa tabi’in terbesar, ia tidak mau menerima hadiyah raja-raja”.

Para ulama meriwayatkan bahwa ia mengawinkan putrinya kepada Kutsayyir bin Abi Wada’ah hanya dengan mas kawin dua dirham.

Padahal sebelumnya ia menolak lamaran Abdul Malik yang ingin menjodohkan putrinya dengan al-Walid bin Abdul Malik. Dan ketika Abdul Malik hendak melaksanakan bai’at bagi putranya al-Walid, Hisyam bin Ismail selaku pengganti Abdul Malik di Medinah memukul Sa’id bi al-Musayyab dan menghadapnya dengan pedang, untuk memaksanya melakukan bai’at namun Sa’id tetap tidak mau.

Ibnu Musayyab meriwayatkan hadist dari Abu Bakar secara Mursal, dan ia mendengar dari sahabat besar: Umar, Utsman, Abu Hurairah, Zaid bin Tsabit, Sayyidah Aisyah dan beberapa yang lainnya. Yang meriwayatkan dari dia antara lain Salim bin Abdullah, Az-Zuhri, Qatadah, Syuraik, Abuaz-Zanad. Sebagian besar riwayatnya adalah Al-musnad dari Abu Hurairah. Hasan Basri apabila mengalami kesulitan maka ia menulis kepada Sa’id bin Musayyab untuk menanyakannya. Menurut salah satu pendapat, Ia wafat pada tahun 94 H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar