Kamis, 11 Juni 2015

Puasanya Para Nabi

              Alhamdulillah puji syukur kepada Allah yang masih memberikan kita umur hingga saat ini dan semoga disampaikan dengan bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan  penuh ampunan dan pahala yang berlipat ganda, bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam bulan ini kaum mukmin diperintahkan untuk berpuasa satu bulan penuh.
              Puasa secara bahasa ialah menahan. Sedang puasa menurut syariat yaitu menahan dengan niat ibadah kepada Allah dari makan, minum, berkumpul suami/istri dan seluruh yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai kaum mukmin, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertaqwa". (QS. Al-Baqarah : 2 : 183)
              Jadi puasa Ramadhan juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu agar mereka bertaqwa.
             Menurut Ibnu Abbas, kalimat “Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu” adalah Ahlul Kitab
              Apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas sebagaimana tafsir di atas, bersesuaian dengan apa yang terdapat dalam Al-Kitab pada pasal-pasal di bawah ini:
Yeremia 36 : 9 :
Adapun dalam tahun yang kelima pemerintahan Yoyakin bin Yosia, raja Yuda. Dalam bulan yang ke sembilan, orang telah memaklumkan puasa di hadapan Tuhan bagi segenap rakyat di Yerusalem dan bagi segenap rakyat yang telah datang dari kota-kotaYahuda ke Yerusalem.
              Dalam hitungan tahun hijriyah, urutan bulan-bulan hijriyah adalah sebagai berikut: Muharram, Shafar, Robiul Awal, Robiul Akhir, Jumadil Ula, Jumadil Tsaniyah, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzulqo’dah, Dzulhijjah.
              Dari urutan bulan-bulan di atas, bulan Ramadhan tetap pada bulan yang ke sembilan.
Imamat 23 : 29 :
Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.
              Adapun puasa mulai diwajibkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pada hari Senin dari bulan Sya’ban tahun kedua Hijriyah. (Puasanya Para Nabi : Tinjauan al-Qur’an dan al-Kitab, hlm. 9-11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar